Sahabatsepercikhikmah, Ketahuilah bahwa orang-orang tersebut di atas termasuk jenis orang yang melalaikan shalatnya. Perhatikanlah firman Allah, yang artinya "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya." (QS. Al-Maa'uun: 4-5) Shalatmereka tidak diterima oleh Allah karena mereka lalai dalam melaksanakan shalatnya. Dan di luar shalat, mereka banyak mengerjakan hal-hal yang dilarang oleh Allah. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Ma'un: "Maka celakalah orang-orang yang shalat, yakni orang-orang yang lalai dalam shalatnya." (QS: Al-Ma'un, ayat 4-5). Orangini memang shalat, namun ia lalai dalam shalatnya (shalatnya bolong-bolong). Misalnya, shalatnya dalam sehari semalam hanya maghrib saja, padahal dia puasa Ramadan. Ia puasa seharian, namun banyak shalat wajib yang ia tinggalkan. Oleh Allah golongan yang pertama ini disebut golongan Dhalimun Linafsihi (ุธูŽุงู„ูู…ูŒ ู„ูู†ูŽูู’ุณูู‡). TafsirKemenag. Dalam ayat-ayat ini, Allah mengungkapkan satu ancaman yaitu celakalah orang-orang yang mengerjakan salat dengan tubuh dan lidahnya, tidak sampai ke hatinya. Dia lalai dan tidak menyadari apa yang diucapkan lidahnya dan yang dikerjakan oleh anggota tubuhnya. Ia rukuk dan sujud dalam keadaan lalai, ia mengucapkan takbir tetapi Vay Tiแปn Trแบฃ Gรณp Theo Thรกng Chแป‰ Cแบงn Cmnd. Shalat merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan oleh setiap muslim. Akan tetapi, pada saat ini banyak sekali orang meninggalkan shalat dengan alasanya kesibukan duniawi. Padahal ada balasan yang sangat pedih bagi orang yang meninggalkannya. Ada beraneka ragam cara orang melaksanakan shalat. Mulai dari mereka yang bersungguh-sungguh, sampai dengan orang-orang lalai dalam mengerjakannya. Bahkan ada di antara mereka yang melaksanakan shalat karena terpaksa melaksanakan shalat karena terpaksa. Ternyata menurut Syeikh Ibnu Muflih al-Maqdisi ternyata ada lima pembagian golongan orang yang yang melaksanakan shalat. Golongan tersebut berdasarkan kualitas iman dan takwa seorang muslim. Apa sajakah golongan tersebut? Berikut informasi selengkapnya 1. Golongan Orang yang Lalai dalam ShalatGolongan yang pertama adalah mereka yang lalai dalam shalatnya. Yakni mereka yang melaksanakan shalat akan tetapi tidak sempurna. Bentuknya, tutur Syeikh asal Damaskus ini, โ€œMereka tidak menyempurnakan wudhu, tidak memelihara waktu, dan tidak menyempurnakan rukun-rukun shalat.โ€ Orangyang termasuk di dalam golongan ini akan ditimpakan siksa oleh Allah SWT. 2. Golongan Orang yang Memelihara Shalat Namun Masih Terpengaruh Bisikan SyetanGolongan yang kedua ini lebih tinggi dibandingkan golongan yang pertama. Memilihara shalatnya seperti wudhu, waktu, dan rukun shalatnya, akan tetapi semua itu tidak memberikan arti apa-apa dalam shalatnya. Sebab ia dipengaruhi oleh gangguan-gangguan syetan sehingga ia melaksanakan shalat dengan gangguan dan pikiran tersebut. Keadaan mereka adalah, โ€œMemelihara hal-hal tersebut wudhu, waktu, dan rukun shalat, tetapi tidak berusaha memerangi bisikan setan di dalam shalat.โ€ 3. Golongan Orang yang Menjaga Waktu Shalat, Batasan, Rukun dan Menyempurnakan WudhuGolongan yang ketiga ditempati oleh mereka yang menjaga waktu shalat, batasan, rukun serta menyempurnakan wudhunya. Orang-orang yang termasuk ke dalam golongan ini akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Dalam mengerjakan shalat, mereka juga bersungguh-sungguh dalam memerangi setiap bisikan syetan yang hadir dalam shalatnya. 4. Golongan Orang yang Berhak Memperoleh PahalaGolongan selanjutnya ditempati oleh mereka yang benar-benar berkonsentrasi dalam menegakkan, menyempurnakan dan melengkapi shalat. Golongan ini menyerahkan seluruh hatinya hanya untuk shalat dan beribadah kepada Allah SWT. Mereka tidak hanya menyempurnakan wudhu, perhatian dan menjaga waktu shalat serta menyempurnakan semua rukun-rukunnya saja akan tetapi hati mereka juga sibuk mengingat Allah SWT. Untuk siapapun yang berhasil menempatkan diri mereka ke dalam golongan ini, ia akan mendapatkan pahala. Sesuai dengan tutur Syeikh Ibnu Muflih, โ€œOrang yang keempat ini berhak memperoleh pahala.โ€ 5. Golongan Orang yang diberi Penghargaan oleh Allah Golongan terakhir ditempati oleh sekumpulan orang yang terpilih. Golongan ini merupakan tingkatan tertinggi, Allah SWT memberikan penghargaan kepada mereka dengan di dekatkan kepada-Nya. Orang yang termasuk di dalam golongan ini tidak hanya menyempurnakan wudhu, menyempurnakan rukun-rukun shalat saja. Akan tetapi, hati mereka juga senantiasa sibuk dengan Allah Taโ€™ala dan mereka gembira karena-Nya. โ€œJika mereka berdiri untuk shalat,โ€ tutur Syeikh Ibnu Muflih al-Maqdisi, โ€œmaka Allah Taโ€™ala berfirman, Angkatlah hijabnya.โ€™โ€ Lanjut beliau menutup penjelasan, โ€œDan jika mereka menoleh, Allah Taโ€™ala berfirman, Juntaikan hijabnya.โ€™โ€ Demikianlah informasi mengenai golongan orang-orang yang melaksanakan shalat. Hal ini membuktikan bahwa setiap mereka yang kedudukan orang yang shalat itu berbeda sesuai dengan kualitas iman dan ketakwaannya. SHALAT secara bahasa artinya doa. Sedangkan menurut istilah adalah serangkaian kegiatan ibadah khusus bagi orang Islam yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Shalat merupakan tiangnya agama, dan menjadi dasar kadar keimanan seseorang. Tak berarti apa โ€“ apa ibadah sunah yang lain, jika ibadah wajib yang utama ditinggalkan. Celakalah bagi orang yang sengaja melalaikan dan meninggalkan shalat, sebagaimana firman Allah sebagai beriku โ€œBacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab Al-Qurโ€™an dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan โ€“ perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah Subhanahu Wa Taโ€™ala shalat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadat โ€“ ibadat yang lain. Dan Allah Subhanahu Wa Taโ€™ala mengetahui apa yang kamu kerjakan,โ€ QS. Al- Ankabut 45. Allah pun berfirman pada ayatnya yang lain, yang berbunyi โ€œMaka kecelakaanlah bagi orang โ€“ orang yang shalat, yaitu orang โ€“ orang yang lalai dari shalatnya,โ€ QS. Al-Maaโ€™uun 4-5. Kemudian Rasulullah SAW juga bersabda โ€œBermula orang yang meninggalkan solat padahal ia dalam keadaan sihat, maka Allah SWT tidak memandang kepadanya dengan pandangan rahmat, dan baginya kelak azab yang amat hebat melainkan kalau ia bertaubat dari perbuatannya ituโ€ Terdapat tiga bagian orang yang termasuk dalam melalaikan sholatnya, yakni Orang yang menunda shalat dari awal waktunya sehingga mengakhirkan sampai waktu yang terakhir dan hampir mau habis. Orang yang tidak melaksanakan rukun shalat dan syarat sah wajib shalat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah swt. dan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. 2 Orang yang tidak khusyuk dalam shalat dan tidak memaknai bacaan ketika shalat. Selain mendapatkan dosa akibat meninggalkan dan melalaikan sholat, orang tersebut juga akan mendapatkan siksa di dunia, ketika sakaratul maut, dan ketika di alam barzah. Berikut akan sedikit dijelaskan kesiksaan tersebut Siksa di dunia Allah SWT akan menghilangkan dan mengambil rezekinya, Allah swt. akan mencabut cahaya dari wajahnya, dan orang โ€“ orang beriman akan membencinya. Siksa ketika sakaratul maut ruhnya dicabut saat mengalami keadaan yang sangat haus, ruhnya akan dicabut dengan cara yang teramat buruk Suโ€™ul Khatimah, akan merasakan kesakitan yang teramat pedih ketika dicabut nyawa, dan akan merasakan keresahan dan kegelisahan karena hilang imannya. Siksa ketika di alam barzah akan merasakan kesulitan dalam menjawab pertanyaan dan mendapatkan hukuman yang mengerikan dari Malaikat Mungkar dan Nakir, akan digelapkan dalam kuburnya, disepitkan kuburnya, dan akan mendapat siksaan dari binatang berbisa seperti ular, kalajengking, lipan. 3 Azab setiap hari dan malam dan dilaknat malaikat Selain mendapat berbagai siksaan, orang yang lalai dan meninggalkan shalat akan mendapat azab berupa diturunkannya setiap hari dan setiap malam seribu laknat dan seribu murka. Para malaikat di langit ke-7 pun akan melaknatnya. Nauzubillah himinzalik. Begitu banyak penderitaan yang didapatkan jika kita dengan sengaja melalaikan dan meninggalkan shalat. Karena jika kita meninggalkan shalat itu berarti kita sudah lupa terhadap Allah swt. dan kufur atas segala nikmat yang telah Allah swt. berikan kepada kita setiap harinya. Betapa sombongnya diri ini jika kita tidak melaksanakan shalat dan merasa sangat terpaksa sekali dalam melakukan shalat. Padahal di dalam shalat itu sendiri terdapat banyak manfaat yang diperoleh baik secara jasmani dan rohani. Apa sulitnya meluangkan waktu yang kita miliki untuk berhungan dengan Sang Pencipta. Tenang hati ini jika sudah berkomunikasi dengan Allah swt. Maka dari itu jadikanlah shalat sebagai kebutuhan kita terhadap Allah, bukan sebagai suatu keterpaksaan di dalam dunia. [] Sumber 1001 Siksa Alam Kubur, penulis Ust. Asan Sani ar Rafif, Jakarta, 2014, Kunci Iman. loading...Orang yang salat tapi celaka adalah mereka yang lalai dalam salatnya, suka berbuat riya dan enggan memberikan bantuan barang-barang berguna kepada yang membutuhkan. Foto ilustrasi/ist Siapakah orang yang salat tapi dihukumi celaka? Ini merupakan peringatan bagi mereka yang lalai dalam salatnya. Orang-orang yang lalai ini termasuk kategori munafik dan mendustakan agama. Setidaknya ada tiga ciri orang yang salat tapi celaka. Berikut firman Allah dalam Al-Qur'an ููŽูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุตูŽู„ู‘ููŠู†ูŽ. ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุตูŽู„ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ุณูŽุงู‡ููˆู†ูŽ . ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ูŠูุฑูŽุงุกููˆู†ูŽ . ูˆูŽูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุนููˆู†ูŽArtinya "Maka celakalah orang yang salat, yaitu orang-orang yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat riya, dan enggan memberikan bantuan." QS. Al-Ma'un ayat 4-73 Ciri Orang yang Salat Tapi Celaka1. Orang-orang yang Lalai Terhadap SalatnyaDalam tafsir ringkas Kemenag dijelaskan, ayat ini mengungkapkan sebuah ancaman yaitu orang yang mengerjakan salat dengan tubuh dan lidahnya, namun tidak sampai ke hatinya. Dia lalai dan tidak menyadari apa yang diucapkan lidahnya dan yang dikerjakan anggota tubuhnya. Ia rukuk dan sujud dalam keadaan lalai, ia mengucapkan Takbir tetapi tidak menyadari apa yang diucapkannya. Semua itu hanya gerak biasa dan kata-kata hafalan semata-mata yang tidak mempengaruhi apa-apa, tidak ubahnya seperti robot. Bisa jadi orang-orang awam yang tidak memahami makna bacaan salatnya. Ibnu Abbas dan lain-lainnya dalam tafsir Ibnu Katsir mengatakan, makna yang dimaksud ialah orang-orang munafik yang mengerjakan salatnya terang-terangan, sedangkan dalam kesendiriannya mereka tidak salat. Bahkan mengerjakannya di luar Kitab Sahihain disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda "Itu adalah salatnya orang munafik, itu adalah salatnya orang munafik, itu adalah salatnya orang munafik. Dia duduk menunggu matahari; dan manakala matahari telah berada di antara kedua tanduk setan yakni akan tenggelam, maka bangkitlah ia untuk salat dan mematuk salat dengan cepat sebanyak empat kali, tanpa menyebut Allah di dalamnya melainkan hanya sedikit."2. Berbuat RiyaCiri orang yang mengerjakan salat tapi celaka berikutnya adalah mereka yang suka berbuat riya. Artinya, dia beramal tanpa rasa ikhlas, melainkan demi mendapat pujian dan penilaian baik dari orang lain. Dari Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW bersabda "Sesungguhnya di dalam neraka Jahanam benar-benar terdapat sebuah lembah yang neraka Jahanam sendiri meminta perlindungan kepada Allah dari keganasan lembah itu setiap harinya sebanyak empat ratus kali. Lembah itu disediakan bagi orang-orang yang riya pamer dari kalangan umat Muhammad yang hafal Kitabullah dan suka bersedekah, tetapi bukan karena Allah. Dan juga bagi orang yang berhaji ke Baitullah dan orang yang keluar untuk berjihad tetapi bukan karena Allah." HR At-Tabarani3. Enggan Memberikan Bantuan Barang-barang BergunaAllah menambahkan sifat pendusta bagi orang yang lalai dalam salatnya. Yaitu mereka tidak mau memberikan barang-barang berguna Al-Maa'uun yang diperlukan oleh orang-orang yang membutuhkannya. Sedangkan barang itu tak pantas ditahan seperti periuk, kapuk, cangkul, dan sejenisnya. Ibnu Abbas menafsirkan Surat Al-Ma'un ayat 7 ini yakni peralatan rumah tangga dapur. Sedangkan Ikrimah mengatakan bahwa puncak Al-Ma'un ialah Zakat mal, sedangkan yang paling rendahnya ialah tidak mau meminjamkan ayakan, timba, dan jarum. Dari Ali ibnu Fulan An-Nuamairi, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabdaุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฃูŽุฎููˆ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู‚ููŠูŽู‡ู ุญูŽูŠู‘ูŽุงู‡ู ุจูุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ูˆูŽูŠูŽุฑูุฏู‘ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูŽุง ู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ู’ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนู ุงู„ู’ู…ูŽุงุนููˆู†ูŽ"Orang muslim adalah saudara orang muslim lainnya; apabila mangucapkan salam, maka yang disalami harus menjawabnya dengan salam yang lebih baik darinya, ia tidak boleh mencegah Al-Ma'un." tafsir Ibnu KatsirItulah orang-orang salat namun dihukumi celaka. Semoga Allah menjauhkan kita dari perkara tersebut. Baca Juga rhs Dalil Tentang Orang Yang Lalai Dalam Shalat SHALAT 5 waktu merupakan kewajiban bagi setiap dari itu, sudah selayaknya sebagai seorang muslim agar tidak meninggalkan kewajiban yang satu ini. Sebab, apa yang dikatakan oleh Allah dan Rasulnya sudah pasti akan terjadi. Banyak yang melaksanakan shalat. Namun, tak sedikit pula orang โ€œlalaiโ€ terhadap shalatnya. Banyak orang shalat yang hanya untuk menggugurkan kewajiban saja, tanpa melihat sisi baik lainnya dari mengerjakan shalat itu sendiri. Khusyuโ€™ dalam shalat juga mungkin tidak, karena hati dan pikiran dinomor 13 khan dari apa yang sedang dikerjakan. Tak ada kesan fresh tenang , sejuk , segar setelah mengerjakan shalat, bahkan makin melemas dan mungkin lupa sudah rekaat keberapa sehingga tak ada daya untuk bangkit semangat dari ruku dan sujudnya. Bacaan shalat terlalu cepat seolah dikejar anjing tanpa teringat apa yang dibacanya, padahal shalatpun belum selesai. Menggerutu dalam jamaah, dibarengi malas dalam menggerakkan badan untuk menggenapkan rukunnya shalat. Ketahuilah bahwa orang-orang yang seperti ini termasuk jenis orang yang melalaikan shalatnya. Sebagaimana firman Allah yang mengatakan ููŽูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุตูŽู„ู‘ููŠู†ูŽ โ€“ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุตูŽู„ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ุณูŽุงู‡ููˆู†ูŽ " Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya ". QS. Al-Maaโ€™uun 4-5 Al-Haafidz Ibnu Katsir telah membahas perihal ini bahwa yang dimaksud orang Manusia yang lalai dari shalatnya adalah 1. Orang tersebut menunda shalat di awal waktu hingga ia selalu mengakhirkannya sampai waktu yang terakhir. 2. Orang tersebut tidak melaksanakan rukun dan syarat shalat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Swt dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. 3. Orang tersebut tidak khusyuโ€™ dalam shalat dan tidak merenungi makna bacaan kala ia shalat. Dan siapa saja yang memiliki salah satu dari ketiga sifat tersebut maka ia termasuk bagian dari ayat ini yakni termasuk orang yang lalai dalam shalatnya. Lalai yang diperturutkan, keengganan yang terus dilanjutkan bisa membuat menjadi lalai mutlak. Dengan kata lain meninggalkan sama sekali kegiatan shalat, bahkan dengan sadar atau sengaja naudzubillah. Walaupun didalam KTPnya berstatus sebagai orang Islam, maka Allah Swt sudah berikan garis yang amat jelas " Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat secara keseluruhan hukumnya kafir keluar dari Islam ", Sabda Rasulullah SAW ุงู„ู’ุนูŽู‡ู’ุฏู ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ููŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ูŽุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽููŽุฑูŽ " Perjanjian antara kami dan mereka orang kafir adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir ". HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasaโ€™i, Ibnu Majah Semoga Kita bukan termasuk orang yang celaka, dikarenakan melalaikan Shalat. " Allaahumma Mushorrifal Quluub, Shorrif Quluubanaa Alaa Thoโ€™atika " " Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk selalu taat kepada-Mu." HR. Muslim Mari berdoa Doa Sabar serta Teguh Pendirian Robbanaa Afrigh Alainaa Shobron wa Tsabbit Aqdaamanaa.. " Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami & teguhkanlah pendirian kami " 250. " Terimakasih semoga bermanfaat "

orang yang lalai dalam shalatnya termasuk golongan orang yang